Arsip Kategori: romance

Freaky Girl (Chap 1)

image

Author: rossahyuri
Main cast : Krystal F(x) aka Jung SooJung, L Infinite aka Kim Myungsoo, Suzy Miss A aka Bae Soo ji & other cast.
Genre : Horror, fantasy, romance & a little bit comedy
PG -15
Note: FF ini terinspirasi dari sebuah drako tapi ga sepenuhnya aku jiplak semua lagipula laptop ku rusak jadi aku belum nonton sampe abis baru liat potongannya doang hehehe sebenernya aku mau bikin ff full tentang Myungstal tapi ide ku lagi terbatas. Tapi Aku usahain akan ada banyak MyungStal jadi tolong bantuannya yess ::)
Warning : typo dan kegajean bertebaran

—————–
Hujan dan Petir di malam hari membuat orang-orang enggan untuk keluar dari rumahnya, tetapi ada seorang wanita yang berada di luar rumah tepatnya di jalanan sepi, wanita itu berlari ketakutan bukan takut karna hujan yang deras atau suara petir yang bergemuruh tetapi seperti sedang dikejar seseorang. “Yak! Sampai kapan kau akan terus mengikuti dan harus menuruti keinginan mu hah ! Aku bukan burung hantu seperti di film Harry Potter ” teriak wanita itu frustasi karna Ia khawatir jika ada orang yang melihat ini maka mereka akan menganggap Ia gila karna berbicara sendiri. “Aku mohon Soojung-sii aku butuh pertolongan mu kali ini” terdengar suara permohonan wanita yang kini berada dihadapan wanita yang bernama Soojung tadi, entah datangnya darimana wanita yang kini sudah berhadapan dengannya “kau sudah mati Nona jadi jika aku menyampaikan permohonanmu pada orang yang kau tuju itu semua akan sia-sia karna mereka tidak akan percaya padaku” ucap wanita yang bernama Soojung itu dan kini Ia mulai berlari lagi di tengah guyuran hujan. Tiba-tiba ada sebuah mobil yang melintasi jalan kemudian Soojung berdiri ditengah jalan dan melentangkan tangannya seolah ingin bunuh diri. Untungnya mobil itu pun berhenti mendadak, Soojung pun tersenyum senang Ia lalu memasuki mobil itu dengan pakaian yang sudah basah kuyup karna hujan dan tanpa peduli siapa orang yang ada didalam mobil dan apa yang akan dikatakan oleh si pemilik mobil “yakk nona apa yang kau lakukan di mobil ku ? Oh tidak pakaian mu” umpat si pemilik mobil yang mulai frustasi.
“Maafkan aku tuan, ini diluar nalar ku. Aku mohon izin kan aku menumpang di mobilmu. Aku takut karna ada yang mengejarku” ucap Soojung sambil membungkukan badannya dengan cara memohon, reflex si pemilik mobil yang ternyata seorang lelaki yang bernama Kim Myungsoo itu melihat kebelakang mencari tahu siapa yang mengejar wanita yang ada di mobil nya kini.

“Mana? Siapa yang mengejarmu ? Tak ada siapa-siapa di belakang! Apa kau seorang perampok huh? Andwae andwae keluar dari mobil ku sekarang” teriak Myungsoo

“Hikss, kenapa banyak orang-orang yang tidak mempercayaiku setidaknya sedikit saja ada orang yang percaya padaku jika aku bukan orang jahat” isak tangis Soojung yang mulai pecah membuat Myungsoo ikut prihatin dengannya.

“Aku sengaja datang ke Seoul untuk memperbaiki nasib ku tetapi tetap saja tak ada yang percaya pada ku” lanjut Soojung

“Dari mana asal mu?” ucap Myungsoo

“Desa Gwangju, aku baru datang 3hari yang lalu dan sekarang aku tak tahu harus bagaimana”

“Kau ke Seoul sendiri ? Lalu kau tak tahu harus apa? Ck kenapa kau datang kesini jika tak ada tujuan untuk hidup di Seoul?” ucap Myungsoo sambil menyalakan mesin mobilnya

“Di Desa aku selalu disebut wanita gila karena aku…. bisa melihat hantu” ucap Soojung terbata-bata

“Mwoo? Aku setuju dengan orang-orang yang mengatakan mu gila”

“Waeyo? Aku benar-benar bisa melihat hantu dan sering kali berbicara padanya dan juga mereka sering meminta bantuan padaku untuk menyampaikan pesan yang belum mereka sampaikan selama hidupnya” bela Soojung

“Dan itu lebih gila, jaman modern seperti ini mana ada hantu, itu semua omong kosong, jangan bilang yang tadi mengejarmu itu hantu” ucap Myungsoo

“Ne itu alasan ku menumpang disini. Aku kira mereka tak akan mengetahui identitas ku tapi tetap saja mereka mengetahui itu” keluh Soojung

“Sudahlah hentikan omong kosongmu itu, tetap saja aku tak akan mempercayaimu sekalipun kau punya indera ke enam ya apalah itu” ejek Myungsoo

Setelah percakapan itu tanpa sadar Soojung pun sudah terlelap tidur di dalam mobil

“Dimana rumah mu?” ucap Myungsoo
“Haiss wanita ini malah tidur, yak yak nona ireona!” lanjut Myungsoo yang mengguncangkan badan Soojung pelan karena tak ada respon terpaksa Myungsoo membawa Soojung ke apartementnya, bukan ke Apartement tapi membiarkan wanita itu tidur didalam mobilnya yang berada di parkiran apartement. Myungsoo masuk ke kamar apartement nya dan kembali keluar lagi dengan membawa selimut tebalnya. Setelah itu Ia masuk ke mobil dan memakaikan selimut itu ke tubuh Soojung karna Myungsoo tahu jika Soojung masih memakai pakaiannya yang basah.

Malam hari telah berlalu tak ada lagi hujan dan petir, kini matahari sedang bersinar di pagi hari. Myungsoo pun sudah terjaga dari tidurnya Ia pun telah berpakaian rapi dan kini Ia sedang sarapan sendiri di meja makan apartement nya. Sendiri, tentu saja di apartementnya itu hanya ada Myungsoo saja. Di umurnya yang kini telah menginjak 23 tahun Ia telah menjadi calon pewaris perusahaan ayahnya di Big KM Entertainment yang bergerak di bidang seni hiburan, awalnya Myungsoo menolak menjadi calon pewaris ayahnya tetapi ayahnya bersikeras ingin Myungsoo melanjutkan perusahaannya yang telah menghasilkan artis yang bertalenta di Korea. Sebenarnya Myungsoo merupakan lelaki yang sangat cuek, acuh, tidak suka keramaian dan lebih cenderung penyendiri, padahal sewaktu remaja Ia begitu ceria dan mempunyai banyak teman entah apa yang membuatnya hingga menjadi seperti ini.

Kembali ke dalam mobil.
Soojung yang masih tertidur itu pun seketika menggeliatkan tubuhnya dan masih mengumpulkan nyawanya untuk sepenuhnya bangun, merasa ada yang aneh pada dirinya Ia pun segera bangun total dan memeluk tubuhnya erat
“Kenapa aku disini ? Kenapa aku tidur di mobil hah andwae apa yang lelaki itu lakukan padaku?” tanya Soojung pada dirinya sendiri.

“Ommo, pintunya tak bisa dibuka. Ottekeoh?” frustasi Soojung

“Yak sedang apa kau dengan mobil ku ?” terdengar suara lelaki yang membuka pintu sebelah nya.

“Pintunya dikunci diluar” ucap Soojung yang tanpa sadar bahwa pemilik mobil itu sudah masuk.

“Oh kau, Kapan kau ada disini? Kenapa pintunya dikunci?” lanjut Soojung yang kaget.

“Bodoh, harusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kau tidur di mobil ku? Aku pikir kau akan mencuri mobil ku jadi aku sengaja mengunci pintunya” jawab Myungsoo tanpa melihat Soojung.

“Kenapa kau masih di mobil ku? Cepat keluar!” usir Myungsoo.
Tak ada respon, Soojung menundukan wajahnya sedih.
“Wae?!” ucap Myungsoo

“Maafkan aku, aku tak punya ongkos untuk pulang, apa kau bersedia mengantarku pulang atau meminjamkan ku uang, nanti akan ku bayar”

“Mwoo? Jika aku menolak keduanya bagaimana?”

“Huh? Aku lupa jalan pulang siapa tahu kau menjadi prihatin dengan keadaanku”

Myungsoo melirik tajam kearah Soojung menandakan bahwa Ia tidak mau mengantar atau memberinya pinjaman uang.

“Oh ne araseo, aku akan turun disini” Soojung pun keluar dari mobil dan Myungsoo menjalankan mobilnya dan meninggalkan Soojung yang masih berdiam diri di area parkiran.

“Cks, wanita yang aneh. Apa saraf malu nya sudah putus, sudah ku izinkan tidur di mobilku seenaknya saja menyuruhku mengantarnya pulang, memangnya aku supirnya eoh” celoteh Myungsoo.

Soojung pun berjalan di pinggir jalan bayangkan saja Ia telah berjalan hampir 1jam seperti orang linglung. Perutnya yang mulai lapar membuat Soojung merasa sakit, Ia hanya bisa menelan ludah ketika melihat orang-orang yang makan di hadapannya.
“Aishh ternyata hidup di Seoul membuatku menderita, tunggu sepertinya aku ingat jalan pulang ke apartement ku, SungSanDong iya benar itu disitu” ucap Soojung yang sudah mengingat letak apartementnya.
————

Soojung POV

Namaku adalah Jung Soojung, usia ku sudah menginjak 21tahun. Sebenarnya aku terlahir menjadi manusia normal pada umumnya tetapi semuanya menjadi tidak normal ketika aku berumur 10 tahun, aku mempunyai penglihatan yang luar biasa karna aku bisa melihat sesuatu yang orang lain tidak bisa lihat pada umumnya, ibuku bilang, aku mempunyai Sixsense. Awalnya aku pikir ini sangat menyenangkan tetapi semakin hari orang-orang menjauhiku karna takut denganku dan menganggap aku gila karna kebiasaan Ku yang selalu berbicara sendiri, sejak saat itu aku jadi malas dan tidak mempedulikan para hantu-hantu yang selalu meminta pertolongan, terkadang aku membantu mereka karna aku merasa kasihan pada mereka yang pesannya belum tersampaikan pada keluarganya, kadang keluarga mereka mempercayaiku tetapi tak banyak juga yang mempercayaiku, mereka selalu mengumpat padaku dan kata yang paling sering mereka ucapkan adalah “dasar wanita gila!” ya aku sudah terbiasa dengan itu, itulah kenapa alasan ku tidak ingin ikut campur lagi dengan urusan para hantu-hantu yang setiap hari nya menghantuiku lebih tepatnya datang meminta pertolongan. Kini
Aku hidup sendiri di Seoul tepatnya berada di kawasan Sungsang Don, aku sengaja memilih apartement biasa yang jauh dari kesan elit setidaknya aku masih mempunyai cukup uang untuk tinggal disini, aku berasal dari desa yang berada di Gwangju disana aku tinggal dengan Ibu ku, Ibu ku yang menyuruhku untuk tinggal di Seoul, Ia bilang disana aku bisa hidup layak tanpa gangguan orang-orang yang menganggapku gila, tapi setelah aku tinggal disini aku berpikir bahwa tidak mungkin jika aku hanya diam saja, aku harus mencari pekerjaan dan aku harus sukses di Seoul. Aku yakin semua akan indah pada waktunya.
Soojung POV end

———–

Soojung pun sudah kembali ke Apartementnya, Ia membuka kenop pintu Apartement, seketika ada seseorang yang memanggilnya “Soojung-sii”
Soojung melihat ke arah belakang dan mencari orang yang memanggilnya tadi.
“Nugu?” ucap Soojung yang mendelik tajam ke arah kanan dan kiri.
“Aku disini” ucap seseorang yang kini ada dihadapannya.
“Yakk! Mengagetkan saja!”
“……”
“Kau lagi ?! Sudah ku bilang jangan datang lagi kehadapanku. Aku tidak mau berurusan dengan makhluk seperti mu” bentak Soojung

“Apa kau takut dengan ku Soojung?” ucap sedih seseorang tadi yang ternyata adalah hantu wanita

“NE KAU ADALAH HANTU YANG PALING MENAKUTKAN DIANTARA HANTU YANG SERING KU TEMUI” teriak Soojung frustasi

“Apa wajahku seseram itu? Apa sekarang wajah ku menjadi jelek?  ” tanya polos hantu itu.

Soojung memejamkan matanya sebentar seketika Ia menghembuskan nafasnya pelan. Tak habis pikir hantu yang dihadapannya itu begitu polos, apakah hantu tidak pernah bercermin sebelumnya ketika Ia sudah mati.

“Ani ! Bukan wajah mu tapi tingkahmu yang membuat ku takut” Soojung pun sadar bahwa saat ini Ia berada di koridor Apartementnya, Ia segera masuk ke dalam. Khawatir jika ada orang yang keluar atau lewat melihat Ia sedang berbicara sendiri dan orang-orang pasti akan menyebutnya aneh.
Hantu wanita itu tetap mengikuti Soojung ke dalam dan tentunya membuat Soojung tambah merasa kesal.
“Apa kau sasaeng fans ku eoh ? Kenapa ikut masuk ke dalam sini” marah Soojung

“Kau belum menjawab pertanyaanku” ucap Hantu tadi

“Sudah jelas jawabanku tidak!” jelas Soojung yang penuh penekanan

“Tidak. Bukan itu maksudku”

“Lalu apa ?”

“Apa wajah ku jelek?” tanya narsis hantu itu

Soojung pun hanya melongo mendengar pertanyaan hantu itu yang masih sempat-sempatnya menanyakan penampilan.

“Neo neomu yeppeo. Dan berhentilah mengikuti”

“Tidak bisakah kau membantuku ? Selama aku mati, jiwa ku tak pernah tenang. Aku selalu kembali kesini dan kesini hanya untuk mengetahui bahwa Ia menjalankan hidup nya dengan baik” ucap Hantu itu yang tertunduk sedih

“Nuguya?” ucap Soojung yang mulai prihatin.

“Cinta pertamaku ketika SMA dulu”

“Kapan kau mati ?”

“Ketika SMA, aku mati diusia yang sangat muda saat itu aku masih kelas 2, dan disaat itu pula aku baru merasakan jatuh cinta”

“Jangan bilang cintamu bertepuk sebelah tangan lalu kau mati karna bunuh diri?!” potong Soojung

“Ani, aku tidak pernah berpikir bodoh seperti itu, aku mati karna sebuah insiden kecelakaan. Lagipula cinta ku tak bertepuk sebelah tangan seperti yang kau katakan” sanggah hantu itu yang protes.

“Geurae, keurom?” ucap Soojung mengalah

“Kami saling suka, tapi…”

“Jangan membuat ceritanya menggantung” marah Soojung yang mulai tertarik dengar ceritanya.

“Tapi aku keburu mati, dan hal yang paling ku sesali adalah… Tidak ada pernyataan yang meyakinkan dalam hubungan kita” Ucap hantu itu yang mulai sedih lagi

“Sudah ku duga ceritamu penuh dengan kedramatisan” ejek Soojung
“Mmm lalu kau… Siapa namamu ?” Tanya Soojung

“Bae Soo Ji tapi Ia selalu memanggilku Suzy”

“Lalu apa yang harus ku lakukan, Suzy-ah? ” tanya Soojung yang belaga acuh tak acuh

“Huh? Kau ingin membantuku ?”

“Ne, cepat katakan sebelum aku berubah pikiran”

“Mmmm…. Katakan padanya bahwa ‘aku sangat mencintaimu, disini aku baik-baik saja asal kau juga baik jadi hiduplah dengan bahagia. Jangan membuatmu merasa bersalah karna itu semua takdir, lupakan masa lalu itu karna kau harus bahagia’ itu saja” ucap Suzy disertai senyuman yang manis.
Soojung pun mengangguk pelan, Ia terharu dengan kata-kata Suzy yang menyentuh.

“Baiklah, lalu bagaimana aku mengetahui orang yang kau maksud?” tanya Soojung.

“Bukankah kau sedang mencari pekerjaan?”

“Ne, bagaimana kau tahu?”

“Bagaimana ku tak tahu, Selama kau datang ke Seoul dan mengetahui kau bisa melihat hantu, aku selalu mengikutimu  dan sering kali kau melamar pekerjaan tapi belum ada yang menerimamu kan?!” ucap Suzy bangga.

“Oh my god” marah Soojung

“Tapi tidak setiap waktu, hanya ketika aku ingin mencarimu saja hehe” Suzy menenangkan Soojung yang akan marah padanya.

“Karna kau mau membantuku jadi aku juga akan membantumu” lanjut Suzy.

“Bagaimana?” tanya Soojung

“Kau, daftar lah dirimu sebagai trainee di Big KM Entertainment” Ide Suzy.

“Mwoo? Bukankah itu perusahaan hiburan tempat bernaungnya artis dan idola terbesar di Korea?” kaget Soojung yang membelalakan matanya.

“Benar, pemiliknya adalah ayah nya cinta pertama ku dan saat ini Ia sedang menjadi calon pewaris generasi perusahaan ayahnya”

“Kau gila, mana mungkin aku diterima sebagai trainee disana sedangkan artis-artis nya sangat bertalenta semua”

“Yakk, kau pesimis sekali. Aku yakin kau akan diterima disana. Bukankah suara mu itu bagus dan kau bisa menciptakan lagu dan point plus nya kau bisa memainkan alat musik, benarkan” ucap Suzy yang so tau.

“Yak, bagaimana bisa …? Ah araseo. Tapi aku ke Seoul ingin bekerja, mendapatkan uang banyak dan menjadi sukses bukan membuang-buang waktuku menjadi seorang trainee yang entah kapan mereka akan mendebutkan ku!” ucap Soojung yang tak yakin.

“Cih orang ini, bagaimana kau akan sukses jika kau tak ingin usaha sementara kau sebenarnya mempunyai bakat dalam hal musik” tegas Suzy.

Soojung pun terdiam, memikirkan perkataan Suzy yang memang ada benarnya juga.
‘Mereka pasti akan mendebutkan ku jika aku memiliki banyak talenta’ ucapnya dalam hati.

“Baiklah, akan ku coba. Tapi jika tidak berhasil, aku tidak akan melanjutkan keinginanmu” ancam Soojung.

“Tentu kau akan lolos Soojung-sii” ucap Suzy meyakinkan.

———

Esok harinya Soojung memulai aksinya dengan mempersiapkan sedikit mental untuk nanti jika berhadapan dengan Presdir atau CEO di Big KM Ent. Kini Ia sedang berdiri tepat berada di depan gedung Big KM Ent. Ia sedikit ragu untuk melangkahkan kakinya untuk memasuki gedung itu. “Maaf nona, kau ada perlu apa?” tanya seseorang yang berpakaian layaknya seorang petugas keamanan.
“Mmmm aku… Aku ingin…” belum selesai bicara, seorang lelaki yang baru datang memotong pembicaraannya.
“Ada apa ini Pak Han ?”

“Uhm ini Kim Sajangnim, Ia terlihat sedang…” pembicaraan Pak Han dipotong oleh Soojung yang kaget melihat lelaki yang sudah tak asing lagi baginya kini berada di depannya.

“Kau, kau mengapa kau ada disini?” tanya Soojung.

“Aku yang harusnya bertanya kenapa kau ada disini, wanita gila” ucap Myungsoo angkuh.

“Aku tidak gila, lelaki sombong!” ucap Soojung.

“Mmm maaf Sajangnim seperti nya saya harus pergi, permisi” pamit petugas keamanan tadi dan meninggalkan mereka berdua.

“Keluar kau dari sini, jangan injak gedung ini dengan kaki mu yang hina” usir Myungsoo dengan kata-katanya yang tajam.

“Mwo? Siapa kau seenaknya saja mengusirku? Aku disini ingin mendaftar sebagai trainee” jelas Soojung.
Myungsoo yang mendengarnya pun malah tertawa meremehkan, seakan Ia tak percaya bahwa wanita yang dihadapannya ini tak tahu siapa sebenarnya Myungsoo.

“Apa kau tak pernah buka internet huh? Hari gini kau tak tahu siapa aku ? Haha lucu sekali eoh!” ucap angkuh Myungsoo.

“Cih Buat apa aku mengetahui tentangmu ? Apa pentingnya untukku?!” balas Soojung angkuh.

Dari kejauhan seorang wanita sekitar umur 28 tahun melihat kejadian diantara kedua orang yang sedang cekcok adu mulut itu.
“Tentu penting, sangat penting malah jika kau ingin menjadi trainee disini”

“Siapa kau, eoh? Pemilik perusahaan, calon pewaris atau presdir di perusahaan ini” cercah Soojung

“Ne, aku ada di ketiga pilihan itu , wae?”

“Haha, benarkah aku kaget mendengarnya. Maaf tuan, Aku tak banyak waktu untuk bertengkar denganmu, aku harus segera ikut audisi disini. Jangan menghalangi jalanku, permisi” ucap Soojung yang masih tak percaya dan berlalu untuk pergi.

“Tidak, kau sudah ku blacklist dari pendaftaran audisi” ucap Myungsoo yang mencengkram tangan Soojung keras.

“Yakk lepaskan!”

“Ani, kau menganggapku seperti lelucon mainanmu? Sudah ku bilang aku ini adalah tiga dari yang kau sebutkan tadi. Aku adalah calon pewaris perusahaan ini dan akan menjadi Presdir disini jadi kau jangan macam-macam” ancam Myungsoo.

“Jika kau benar-benar calon pewaris disini, seharusnya kau tidak boleh melakukan ini pada calon trainee. Kau harusnya melihat dulu bakat nya lalu setelah itu baru kau boleh menilainya” bela seorang wanita yang tiba-tiba datang menghampiri mereka berdua.

“Noona, kau.. Ada disini?” ucap Myungsoo sambil melepas cengkramannya.

“Yakk, Myungsoo. Kau tak boleh memperlakukan wanita seperti itu” ucap wanita itu yang ternyata adalah kakaknya Myungsoo.

“Kapan kau datang kesini? Kenapa kau tak memberi tahuku ?” ucap Myungsoo yang mulai grogi.

“Siapa namamu?” tanya kakak Myungsoo itu sambil tersenyum dan menjulurkan tangannya kepada Soojung tanpa menjawab pertanyaan adiknya.

“Uhm, Jung Soojung imnida” Soojung membalas uluran tangan kakak Myungsoo itu.

“Nama yang bagus Soojung-sii, oh ya perkenalkan juga aku Kim Min Ji, juri sekaligus Presdir sementara disini. Maafkan adik ku, tadi Ia sangat kasar padamu” ucap Min Ji yang begitu sopan dan meminta maaf atas perlakuan adiknya itu

“Cih apa-apaan ini. Sangat menggelikan” ucap Myungsoo yang tak tahan melihat kakak nya yang sok akrab dengan Soojung.

“Oh gwaencana, sajangnim. Ini juga salah ku. Seharusnya aku tak datang kesini. Mianhamnida” ucap Soojung yang membungkukan badannya menandakan Ia akan segera pergi.

“Baguslah. Baru sadar rupanya” sela Myungsoo.

“Tunggu, kau mau kemana?” ucap Min Ji.

“Tentu saja aku harus pulang” ucap Soojung.

“Kau kesini untuk mengikuti pendaftaran kan?”

“Tadinya niat ku seperti itu, tapi rasanya…..” ucap Soojung putus asa.

“Ayo lah masuk, kami tidak akan melepaskan krystal yang berharga seperti mu. Bukankah ini pendaftaran yang terakhir Myungsoo-ah?” ucap Min Ji kepada Soojung sambil bertanya pada adiknya.

“Ah molla” ucap Myungsoo yang langsung pergi begitu saja.

“Cih, anak itu”

“Silakan masuk Soojung-sii” lanjut Min Ji

“Ah nee. Kamsamnida” ucap Soojung kaku.

Soojung pun mengikuti langkah Min Ji. Disana ada begitu banyak calon trainee yang mendaftar, Soojung pun sedikit canggung karna banyak nya pendaftar.

Di ruangan lain, Min Ji sedang membaca berkas-berkas tumpukan dokumen, tak lama pintu terbuka dan membuat Min Ji melihat ke arah pintu itu.
“Noona, kenapa kau mengizinkannya tanpa persetujuanku?” ucap adik lelakinya itu.

“Memangnya kenapa? Aku rasa Ia memang berbakat. Bukankah semua orang boleh mengikuti pendaftaran?” ucap Min Ji sambil membaca dokumennya.

“Pengecualian untuk dia” ucap Myungsoo

“Ada apa dengan mu Myungsoo-yaa, kau seperti Appa saja, melakukan ini dan itu seenaknya” ucap Min Ji sambil menatap sang adik

“tak biasanya kau seperti ini? Kau biasanya tak peduli dengan orang-orang disekitarmu?” lanjutnya

“Karna… Karna aku … mempunyai kesan yang buruk dengannya” ucap Myungsoo terbata-bata.

“Hanya itu?” ucap Min Ji

“Ne, aku tidak suka dengan orang-orang yang pertama kali bertemu lalu meninggalkan kesan yang buruk padaku”

“Apa kau ditolak olehnya?” goda Min Ji

“Yang benar saja, aku masih waras” protes Myungsoo.

“Kau masih belum bisa melupakan ‘DIA’ ?” tanya Min Ji yang penuh penekanan.

Seketika wajah Myungsoo berubah menjadi muram.
“Apa yang kau maksud?”

“Yak! Tenang dulu. Aku tau ini sangat sulit untuk mu tapi…” belum selesai bicara, Myungsoo pun malah memotongnya
“Sudah ku bilang jangan sebut ‘DIA’ di depanku lagi. Aku sudah tersakiti dengan kenyataan ini. Pergi seenaknya begitu saja tanpa sepatah kata pun” setelah menyelesaikan kalimatnya itu Myungsoo membungkukan bada nya sedikit lalu keluar dari ruangan kakak nya.
Ketika Soojung akan mengetuk pintu tiba-tiba Myungsoo keluar dari pintu itu. Mata Myungsoo berubah menjadi merah karena menahan amarahnya tiap kali orang membahas ‘DIA’ dan kerap kali Ia melampiaskan amarahnya pada siapa pun seperti orang yang kerasukan, tepat saat itu mata mereka saling bertemu. Soojung pun hanya berdiam diri sedangkan Myungsoo menatap tajam kearahnya “KAU, menyingkirlah dari hadapanku”

—————————–
Tbc ✌

Gimana nih ff nya gaje ya atau masih berantakan ? Duh maaf ya soalnya aku baru bikin ff yang chapter atau part. Lagipula setiap malam aku suka ngekhayalin ff yang ini suka bingung ntar jalan cerita nya gmna dan kaya apa. Aku harap kalian mau bantu aku dalam kritik dan sarannya. Chapter 2 dalam proses pemikiran nih harap semua menunggu ya. Aku usahain ceritanya ga gantung. Terimakasih .